Bannaer

Thursday, September 10, 2015

Biar Keren Foto Gelap-gelapan, Coba Cara Ini

Sea Aquarium Singapura adalah tempat wisata yang harus anda kunjungi saat ke Singapore, saat itu ada sepasang  turis lagi selfie. Keduanya terlihat agak kerepotan pada saat menjepret karena kondisi sedang lowlight alias gelap-gelapan pada saat itu.

Namun pada jepretan kedua  berikutnya, sang pacar  menhhidupkan ponsel dan menyalakan lampu flash dengan agak lama (continues light) gunanya untyk terlihat saat di foto. Di sampingnya, pria ini pun leluasa memencet tombol  shutter di depan aquarium raksasa ini  tanpa harus takut fotonya bakal under exposure alias gelap gulita tidak terlihat saat di foto.

Kini  kemampuan flash di kamera memang bisa dimaksimalkan. Telebih saat ini teknologi lampu LED yang terang memancar, akibatnya flash ini bisa bekerja dengan  optimal pada kondisi ruangan yang gelap. Semakin gelap ruangan, semakin terang pula cahaya yang dihasilkan pada saat di foto .

Untuk membuktikan hal  seperti itu, cara pemotretan ini  dilakukan dengan berbekal flashlight smartphone semata. Sebelumnya, ada mini tripod disiapkan sebagai light stand. Dengan bantuan light stand tersebut, pada lampu flash yang akan menyorot secara terus menerus (continues light) dengan stabil kepada objek yang akan foto.

Dengan dua buah kamera kuno ini akan dijadikan model yakni Kodak Duaflex IV dan Trusite Minicam yang hits tahun 50an. Keduanya ditaruh pada backdrop yang sudah diseting sedemikian rupa adanya sehingga kita harapkan mampu mendapat karakter Kodak Duaflex IV dan Trusite Minicam.

Langkah berikutnya  yaitu menyiapkan tripod yang fungsinya untuk  menyangga kamera. Tidak lain untuk mengantisipasi saat speed lambat yang harus ditempuh karena adanya kondisi low light. Bisa saja kecepatan ini  dipaksa hingga 1/60, namun ISO diatas 2500 dengan diafragma sampai dengan f/1,8. Konsekuensinya ini, foto akan grainy (bintik pasir) – hal itu yang harus dihindari dalam pemotretan kali ini.

Setelah semuanya benar-benar  siap, shutter kemudian dipencet dengan takaran diafragma-ISO-speed yang berbeda-beda untuk menemukan gambar pada objek yang diinginkan. Patokan dasarnya pada ISO 100 dan ISO 200, sehingga speed dan diafragma ini akan menyesuaikan pada mode manual sampai dapat menghasilkan gambar akhir seperti yang diinginkan .

Oh iya, pemotretan dilakukan dengan tetap mempertahankan posisi dan angle yang terukur. Penggunaan rule of thirds yang digunakan untuk menghasilkan foto yang dapat dicerna dan informatif.

Dengan taste dan feel berbeda, siapapun akan bisa menjajal kemampuan pada lampu flash smartphone anda di rumah masing-masing dengan gaya dan subjek foto yang tidak harus sama dengan ini. Bisa sekedar hanya untuk dishare ke media sosial, atau menjadi wallpaper komputer anda bisa mengasah kepekaan visual. Itulah sebabnya, memotret begitu menyenangkan.


BUTUH SCAFFOLDING MURAH DAN KUALITAS BAIK KLIK SAJA WEB KITA http://intimandiri.us